Catalog Searcher
Kategori
🌐 Bahasa Indonesia

Oil Seal

Oil seal adalah seal yang menutup celah antara poros berputar dan housing untuk mencegah kebocoran pelumas atau gemuk dari dalam serta masuknya debu dan air dari luar. Bibir (lip) karet ditekan ke permukaan poros dan dibantu pegas garter (garter spring) untuk memberikan gaya kontak sehingga tercapai penyegelan. Beberapa tipe memiliki hydrodynamic rib di dekat bibir yang bekerja seperti pompa untuk mendorong oli kembali ke dalam. Tersedia tipe cangkang karet (rubber outer case) dengan lapisan luar karet, tipe cangkang logam (metal outer case) dengan cincin logam terbuka, bibir pelindung debu tambahan, tipe split untuk perbaikan mesin berukuran besar, serta bibir PTFE. Seal ini digunakan untuk melindungi bantalan pada gearbox, mesin, mesin gilas, kendaraan rel, dan mesin pangan.

Cara memilih Oil Seal

  1. 1. Sesuaikan diameter poros dan diameter lubang housing

    Diameter poros d dan diameter luar D dipilih berdasarkan ukuran nominal yang sesuai dengan poros lawan dan lubang housing. Diameter poros produk yang tercantum berkisar 6 sampai 3530 mm. Pada desain standar terdapat contoh yang dirancang dengan toleransi poros h8 dan lubang housing H7/H8. Jika toleransi suaian menyimpang, dapat terjadi kebocoran atau seal lepas.

  2. 2. Periksa lebar yang sesuai dengan ruang pemasangan

    Lebar b harus diperiksa agar sesuai dengan ruang pemasangan pada arah aksial. Lebar produk yang tercantum adalah 5 sampai 30 mm. Pada produk berukuran besar, dimensi penampang, lebar alur, dan keberadaan spacer juga termasuk kondisi dimensi, sehingga perlu dicocokkan dengan dimensi alur pada sisi housing.

  3. 3. Pilih material bibir yang sesuai dengan fluida dan suhu

    Material bibir menentukan ketahanan terhadap minyak dan panas. Karet nitril (NBR) adalah material serbaguna untuk oli mineral, karet akrilat dan fluorokarbon (FKM) untuk sisi suhu tinggi, dan silikon mudah digunakan dari suhu rendah hingga tinggi. Untuk bahan kimia atau suhu tinggi dapat dipilih bibir PTFE, sedangkan untuk mesin pangan dapat dipilih material yang memenuhi peraturan keamanan pangan.

  4. 4. Berikan margin pada rentang suhu operasi

    Pastikan rentang suhu operasi kontinu mencakup suhu oli saat beroperasi. Kenaikan suhu sementara, misalnya saat start-up, dinilai dengan suhu maksimum jangka pendek (contoh produk 120 °C), tetapi jika suhu operasi normal mendekati batas atas, pengerasan karet dan keausan bibir akan lebih cepat terjadi.

  5. 5. Pastikan kecepatan keliling poros berada di batas atas

    Kecepatan keliling adalah kecepatan geser bibir yang dihitung dari diameter poros dan putaran. Kecepatan keliling maksimum produk yang tercantum adalah 5 sampai 20 m/s; jika dilampaui, bibir akan rusak akibat panas gesekan. Pada putaran yang sama, kecepatan keliling meningkat seiring diameter poros yang lebih besar, sehingga perlu diperiksa terutama pada poros berdiameter besar.

  6. 6. Periksa batas tekanan penyegelan

    Oil seal umumnya dirancang untuk penggunaan pada tekanan rendah. Tekanan operasi maksimum produk yang tercantum adalah 0,03 sampai 15 MPa dan sangat bervariasi tergantung tipe, sehingga untuk aplikasi dengan tekanan dalam dipilih tipe tahan tekanan. Saat tekanan bekerja, bibir ditekan kuat ke poros sehingga mudah menghasilkan panas.

Panduan ini ditulis oleh AI berdasarkan dokumen dan item spesifikasi produk yang tercantum. Periksa dokumen masing-masing produsen sebelum menggunakannya.