Catalog Searcher
Kategori
🌐 Bahasa Indonesia

Ulir bola (ball screw)

Ball screw adalah ulir gerak (feed screw) yang mengubah gerak putar motor menjadi gerak lurus dengan menggelindingkan banyak bola baja di antara poros ulir dan mur. Dibandingkan ulir gesek, gesekannya lebih kecil dan efisiensi transmisinya lebih tinggi, sehingga posisi presisi dapat dicapai dengan torsi penggerak yang lebih kecil. Bola baja bersirkulasi berulang melalui komponen sirkulasi di dalam mur. Terdapat ball screw presisi dengan alur ulir yang difinis dengan penggerindaan dan ball screw rolled yang dibentuk dengan pengerolan, dan keduanya dibedakan berdasarkan kelas akurasi (misalnya C0 hingga C10). Beberapa tipe memberi pra-beban pada mur untuk menghilangkan celah aksial. Produk ini digunakan pada sumbu feed mesin perkakas, peralatan manufaktur semikonduktor dan komponen elektronik, sistem konveyor, serta mekanisme positioning seperti meja XY.

Cara memilih Ulir bola (ball screw)

  1. 1. Tentukan lead sesuai kecepatan dan resolusi yang dibutuhkan

    Lead adalah jarak gerak feed per satu putaran poros. Produk yang tercantum berkisar 1 hingga 40 mm. Semakin besar lead, semakin cepat gerakan pada putaran yang sama, tetapi torsi yang dibutuhkan meningkat dan jarak gerak per pulsa menjadi lebih kasar. Tentukan dengan menghitung mundur dari kecepatan maksimum, putaran maksimum motor, dan resolusi positioning.

  2. 2. Pilih diameter luar poros berdasarkan beban dan kekakuan

    Diameter luar poros memengaruhi kapasitas beban, kekakuan, beban tekuk, dan kecepatan kritis. Produk yang tercantum berkisar 8 hingga 32 mm. Jika panjang total besar atau poros diputar pada kecepatan tinggi, diperlukan poros yang lebih tebal untuk menghindari defleksi dan resonansi. Periksa juga putaran izin dengan memperhitungkan metode penyangga.

  3. 3. Periksa umur pakai dengan beban dinamis dasar

    Basic dynamic load rating Ca adalah beban aksial acuan untuk perhitungan umur pakai. Produk yang tercantum berkisar 1950 hingga 16100 N. Hitung umur nominal berdasarkan beban rata-rata saat operasi dan jarak tempuh, lalu pastikan umur yang diperlukan terpenuhi. Umur pakai kira-kira berbanding terbalik dengan pangkat tiga rasio beban.

  4. 4. Gunakan beban statis dasar untuk beban kejut

    Basic static load rating C0a adalah beban aksial yang diizinkan saat diam atau saat terjadi kejut. Produk yang tercantum berkisar 2600 hingga 33400 N. Pastikan faktor keamanan statis tercapai terhadap beban maksimum, seperti gaya inersia saat berhenti mendadak atau gaya reaksi pemesinan.

  5. 5. Pilih kelas akurasi yang sesuai dengan presisi positioning

    Kelas akurasi menunjukkan batas toleransi error lead, dan semakin kecil angkanya semakin tinggi akurasinya. Contoh yang tercantum terutama adalah C5 dengan finis penggerindaan. Kelas yang terlalu tinggi dibanding presisi yang dibutuhkan akan menaikkan biaya, jadi tentukan dengan membandingkan presisi yang diperlukan.

  6. 6. Keseimbangan antara celah dan torsi pra-beban

    Celah aksial pada produk yang tercantum berkisar 0 hingga 0,03 mm. Untuk aplikasi gerak bolak-balik yang tidak menoleransi backlash (pergeseran saat balik arah), pilih tipe dengan pra-beban. Namun, semakin besar torsi pra-beban (produk yang tercantum berkisar 2 hingga 25 N·cm), semakin besar torsi penggerak dan panas yang dihasilkan, sehingga perlu diperiksa bersama kapasitas motor.

  7. 7. Sesuaikan panjang total dan ujung poros dengan peralatan

    Panjang total produk yang tercantum berkisar 85 hingga 2500 mm. Tentukan dengan menambahkan panjang mur dan ruang tambahan pada langkah gerak, serta memperhitungkan bagian pemasangan bantalan penyangga. Untuk poros panjang, batasan kecepatan kritis dan tekuk lebih ketat, sehingga perlu dipertimbangkan bersama diameter luar poros.

Panduan ini ditulis oleh AI berdasarkan dokumen dan item spesifikasi produk yang tercantum. Periksa dokumen masing-masing produsen sebelum menggunakannya.