Catalog Searcher
Kategori
🌐 Bahasa Indonesia

Rotary Seal

Rotary seal adalah komponen yang menutup celah antara poros berputar atau berayun dengan housing, untuk mencegah kebocoran oli, gemuk, dan fluida kerja serta masuknya debu atau air. Bentuk yang umum adalah kombinasi seal bibir yang bersentuhan dengan poros dan energizer (elemen elastis penekan, seperti O-ring) yang menekan slip ring PTFE. Terdapat tipe single acting (tekanan satu arah) dan double acting (dapat memisahkan tekanan atau fluida dari kedua sisi). Tersedia juga tipe dengan pegas dan tanpa pegas, serta tipe split untuk plummer block. Seal ini digunakan pada rotary joint mesin perkakas, pivot putar, perlindungan bantalan di peralatan kimia dan farmasi, serta mesin pertanian.

Cara memilih Rotary Seal

  1. 1. Pilih ukuran sesuai diameter poros

    Seal dipilih sesuai diameter poros tempat pemasangannya. Produk yang tercantum memiliki diameter poros yang berlaku dari 5 sampai 1000 mm, dan rentang yang sesuai berbeda untuk setiap tipe. Toleransi dan kekasaran permukaan poros juga memengaruhi kerapatan serta keausan, sehingga nilai rekomendasi dimensi alur perlu diperiksa bersama diameter poros.

  2. 2. Pastikan kecepatan keliling berada dalam batas

    Kecepatan geser dievaluasi sebagai kecepatan keliling yang dihitung dari diameter poros dan putaran. Batas atas produk yang tercantum berkisar 0,2 sampai 25 m/s, dengan perbedaan yang cukup besar. Semakin tinggi kecepatan, semakin besar panas gesekan yang menyebabkan bibir atau slip ring cepat aus. Pilih produk yang memiliki margin cukup terhadap kecepatan keliling aktual, misalnya tipe PTFE berpegas yang disebut cocok untuk gesekan rendah dan kecepatan tinggi.

  3. 3. Sesuaikan tekanan dengan tipe single atau double acting

    Tekanan kerja maksimum produk yang tercantum adalah 5 sampai 400 bar. Seal bibir tanpa pegas terutama digunakan untuk menahan gemuk dan mencegah masuknya benda asing, sehingga tidak cocok untuk tekanan tinggi. Pada rotary joint dan pivot putar yang mendapat tekanan tinggi atau tekanan dari kedua sisi, pertimbangkan seal PTFE double acting yang dikombinasikan dengan O-ring.

  4. 4. Pilih material sesuai suhu dan fluida

    Bahan berbasis karet seperti NBR memiliki elastisitas yang baik, sedangkan PTFE unggul dalam ketahanan kimia, ketahanan panas, dan gesekan rendah. Untuk aplikasi kimia dan farmasi atau lingkungan suhu tinggi, tipe PTFE umumnya dipilih. Material O-ring pada energizer juga harus sesuai dengan fluida dan suhu, sehingga perlu diperiksa terhadap rentang suhu kerja dan fluida yang digunakan.

  5. 5. Periksa dimensi penampang sesuai alur

    Dimensi penampang berkisar 0,85 sampai 10,5 mm dan harus sesuai dengan lebar serta kedalaman alur housing. Saat mengganti peralatan yang sudah ada, sesuaikan bukan hanya diameter poros tetapi juga dimensi penampang, dan pastikan kompresi seal berada pada nilai yang tepat.

  6. 6. Tentukan kebutuhan tipe split dan cara pemasangan

    Untuk plummer block tersedia tipe split yang dapat dibagi menjadi dua bagian, sehingga seal dapat diganti tanpa melepas poros dan pekerjaan perawatan menjadi lebih sederhana. Jika menggunakan tipe satu bagian, periksa pada tahap desain apakah seal dapat dimasukkan dari ujung poros, serta apakah tersedia chamfer atau jig yang tidak merusak bibir seal.

Panduan ini ditulis oleh AI berdasarkan dokumen dan item spesifikasi produk yang tercantum. Periksa dokumen masing-masing produsen sebelum menggunakannya.