Catalog Searcher
Kategori
🌐 Bahasa Indonesia

Bantalan bola alur dalam

Bantalan bola alur dalam adalah bantalan gelinding yang menyangga poros dengan bola yang bergulir di antara lintasan alur dalam pada cincin dalam dan cincin luar. Bantalan ini terutama menerima beban radial (beban tegak lurus terhadap poros), namun juga mampu menahan beban aksial ke dua arah sampai batas tertentu. Karena konstruksinya sederhana, gesekannya kecil, dan cocok untuk putaran tinggi, bantalan ini menjadi bantalan yang paling luas digunakan. Tersedia tipe terbuka serta tipe dengan shield atau seal yang diisi gemuk. Selain bahan baja untuk penggunaan umum, terdapat produk khusus seperti tipe tahan korosi dari baja tahan karat dan keramik, tipe pelumasan padat untuk suhu tinggi, vakum, dan rendah partikel, serta tipe dengan lapisan isolasi atau bola keramik untuk mencegah korosi listrik. Produk ini digunakan pada motor, peralatan konveyor, peralatan manufaktur semikonduktor, mesin pangan, dan peralatan suhu tinggi.

Cara memilih Bantalan bola alur dalam

  1. 1. Dimensi utama yang sesuai dengan poros dan housing

    Diameter dalam d dipilih sesuai diameter poros, diameter luar D sesuai diameter lubang housing, dan lebar B sesuai ruang pemasangan. Produk yang tercantum memiliki diameter dalam 0,6 sampai 1420 mm dengan rentang yang luas, dan pada diameter dalam yang sama dapat tersedia seri dimensi dengan diameter luar dan lebar yang berbeda. Karena kapasitas beban dan massa berubah mengikuti seri dimensi, ketiga dimensi tersebut perlu diperiksa secara bersamaan.

  2. 2. Beban dinamis dasar untuk perhitungan umur

    Beban dinamis dasar Cr merupakan nilai acuan untuk menghitung umur kelelahan gelinding, dan umur diperkirakan dari rasio antara beban yang bekerja sebenarnya dengan Cr. Jika beban besar atau diperlukan umur panjang, pilih bantalan dengan Cr yang lebih besar. Bantalan dengan material khusus dapat memiliki rating yang lebih rendah dibanding bahan baja pada dimensi yang sama, sehingga umurnya perlu diperiksa sesuai kondisi penggunaan.

  3. 3. Pemeriksaan beban statis dan beban kejut dengan rating statis

    Beban statis dasar C0r merupakan acuan beban yang tidak menyebabkan deformasi permanen saat diam, berputar pelan, atau menerima beban kejut. Pada aplikasi dengan gerakan osilasi atau beban besar saat berhenti, pemilihan lebih menitikberatkan pada rasio terhadap C0r (faktor keamanan statis) dibanding rating dinamis.

  4. 4. Celah internal radial yang sesuai dengan suaian dan suhu

    Celah internal radial berkurang saat beroperasi akibat suaian press fit maupun perbedaan suhu antara cincin dalam dan luar. Celah yang lebih besar dari standar, seperti C3, digunakan pada aplikasi yang cenderung membuat cincin dalam memuai, misalnya motor atau lingkungan suhu tinggi. Celah yang terlalu kecil dapat menyebabkan panas berlebih dan seizure, sehingga kelas celah ditentukan dari suaian dan suhu operasi.

  5. 5. Material dan pelumasan yang sesuai dengan lingkungan

    Di dalam air atau cairan kimia digunakan baja tahan karat atau keramik (silikon nitrida, zirkonia, silikon karbida), sedangkan pada lingkungan suhu tinggi, vakum, atau bersih digunakan pelumas padat berbasis grafit atau fluor serta gemuk fluor. Suhu operasi maksimum pada produk yang tercantum memiliki contoh 250 sampai 350 °C, sehingga material dan metode pelumasan dipilih berdasarkan suhu, atmosfer, dan kebutuhan rendah partikel.

  6. 6. Pemeriksaan putaran dan pencegahan korosi listrik

    Periksa apakah putaran batas dan putaran acuan melebihi putaran operasi. Pada peralatan yang dialiri arus poros, seperti motor dengan penggerak inverter, bantalan dengan lapisan isolasi atau bantalan hibrida dengan bola keramik dapat mencegah korosi listrik. Bola keramik lebih ringan dibanding bola baja, sehingga pengaruh gaya sentrifugal tetap kecil pada putaran tinggi.

Panduan ini ditulis oleh AI berdasarkan dokumen dan item spesifikasi produk yang tercantum. Periksa dokumen masing-masing produsen sebelum menggunakannya.