Catalog Searcher
Kategori
🌐 Bahasa Indonesia

Piston Seal

Seal piston adalah seal yang dipasang pada alur di sekeliling piston hidrolik atau pneumatik. Seal ini menutup celah antara piston dan dinding dalam silinder sehingga mencegah kebocoran antara ruang tekan di kedua sisi piston. Dengan menekan kebocoran, gaya dorong dan akurasi penahanan posisi tetap terjaga. Terdapat tipe single-acting untuk tekanan dari satu sisi dan tipe double-acting untuk tekanan dari kedua sisi. Konstruksinya meliputi tipe bibir dari karet atau poliuretan, tipe kombinasi cincin luncur berbahan PTFE yang ditekan oleh energizer (elemen elastis penekan) seperti O-ring, serta tipe kompak yang menyatukan fungsi backup ring dan guide ring. Seal ini digunakan secara luas pada alat berat, mesin industri, press, perangkat positioning, serta peralatan kimia dan pangan.

Cara memilih Piston Seal

  1. 1. Sesuaikan diameter dalam silinder dan dimensi alur

    Seal dirancang berdasarkan kombinasi diameter dalam silinder D, diameter alur di sisi piston d, dan lebar alur L. Jika ketiga dimensi ini tidak sesuai, squeeze (besar penekanan seal) menjadi berlebih atau kurang, yang dapat menyebabkan kebocoran, keausan dini, atau pemasangan yang tidak tepat. Pada penggantian mesin yang sudah ada, ukur alur secara langsung dan pastikan ada seri dimensi yang sesuai.

  2. 2. Tentukan single-acting atau double-acting sesuai aplikasi

    Pilih tipe single-acting untuk silinder yang hanya bertekanan dari satu sisi, dan tipe double-acting untuk silinder yang bertekanan dari kedua arah. Penampang seal single-acting umumnya asimetris, sehingga kesalahan arah pemasangan menyebabkan seal tidak dapat menahan tekanan. Penampang seal double-acting umumnya simetris dan satu unit mampu menerima tekanan dari kedua arah.

  3. 3. Beri margin pada tekanan maksimum

    Tekanan maksimum produk yang dimuat berkisar 25 hingga 1500 bar. Bandingkan dengan tekanan maksimum termasuk surge pressure (kenaikan tekanan sesaat). Pada tekanan tinggi, ekstrusi ke dalam celah lebih mudah terjadi, sehingga tipe terintegrasi backup ring atau bentuk yang tahan tekanan tinggi menjadi pilihan.

  4. 4. Pilih material berdasarkan fluida dan suhu

    Poliuretan memiliki ketahanan aus dan ketahanan tekanan yang baik, dan banyak digunakan pada sistem hidrolik. PTFE memiliki gesekan rendah serta ketahanan kimia dan panas yang tinggi, sehingga cocok untuk aplikasi kimia dan pangan. Karet berbasis NBR adalah material umum untuk oli mineral. Pilih material yang sesuai dengan fluida yang digunakan dan rentang suhu operasi (pada produk yang dimuat terdapat contoh -60 hingga 260°C).

  5. 5. Periksa kecepatan geser dan karakteristik gesekan

    Kecepatan geser maksimum produk yang dimuat berkisar 0,3 hingga 15 m/s. Pada operasi berkecepatan tinggi dan gerakan bolak-balik yang sering, panas dan keausan meningkat. Pada positioning kecepatan rendah, stick-slip (getaran tersendat) menjadi masalah, sehingga bentuk dengan cincin luncur PTFE yang memiliki hambatan awal rendah lebih sesuai.

  6. 6. Pertimbangkan integrasi fungsi guide

    Bentuk yang menggabungkan fungsi guide ring memungkinkan panjang piston lebih pendek dan jumlah komponen lebih sedikit. Namun, jika beban samping besar, desain dengan guide ring terpisah umumnya digunakan. Pilih bentuk dengan memperhatikan konfigurasi alur dan kondisi beban samping.

Panduan ini ditulis oleh AI berdasarkan dokumen dan item spesifikasi produk yang tercantum. Periksa dokumen masing-masing produsen sebelum menggunakannya.