Catalog Searcher
Kategori
🌐 Bahasa Indonesia

Pelumas otomatis titik tunggal

Pelumas otomatis titik tunggal (single point automatic lubricator) dipasang langsung atau dengan pipa pendek pada satu titik pelumasan, seperti bantalan, dan mengalirkan sejumlah kecil gemuk atau oli dari kartrid secara otomatis selama periode yang ditetapkan. Metode penggeraknya ada dua, yaitu tipe gas yang menghasilkan gas di dalam unit untuk mendorong piston, dan tipe elektromekanik yang menggerakkan piston dengan motor. Tipe gas tidak memerlukan catu daya dan konstruksinya sederhana, tetapi laju keluaran cenderung dipengaruhi suhu sekitar. Tipe elektromekanik tidak mudah terpengaruh suhu, dan sebagian produknya dapat diberi daya dari luar atau dihubungkan dengan PLC sehingga pelumasan hanya dilakukan saat mesin beroperasi. Perangkat ini digunakan pada motor, kipas, pompa, dan bantalan konveyor di lokasi tinggi, sempit, atau area berbahaya yang sulit dilumasi secara manual, untuk mencegah lupa melumasi maupun pelumasan berlebih.

Cara memilih Pelumas otomatis titik tunggal

  1. 1. Pilih kapasitas dan periode yang sesuai dengan laju keluaran

    Cocokkan kombinasi kapasitas pelumas (60 hingga 250 ml pada produk yang tercantum) dan periode keluaran (1 hingga 24 bulan) dengan jumlah pelumasan harian yang dibutuhkan. Jumlah pelumasan aktual adalah kapasitas dibagi periode, sehingga nilai ini sebaiknya dihitung mundur dari kebutuhan bantalan dan interval penggantian dibuat selaras dengan rencana perawatan agar pengelolaannya lebih mudah.

  2. 2. Periksa rentang periode keluaran yang dapat diatur

    Beberapa produk tipe gas dapat diatur 1 hingga 12 bulan, sedangkan tipe elektromekanik dapat diatur hingga 24 bulan. Periksa juga apakah pengaturannya menggunakan dial tanpa alat, serta apakah pengubahan atau penghentian dapat dilakukan di tengah operasi, untuk memastikan produk dapat menyesuaikan dengan perubahan musim dan kondisi operasi.

  3. 3. Tentukan metode penggerak berdasarkan lingkungan dan kontrol

    Di lokasi yang tidak tersedia catu daya atau di area berbahaya, tipe gas lebih mudah digunakan dan tersedia juga produk bersertifikat ATEX. Untuk lokasi dengan perubahan suhu yang besar, kebutuhan pelumasan hanya saat mesin beroperasi, atau pemantauan dengan PLC, tipe elektromekanik atau tipe kabel (kabel) lebih sesuai.

  4. 4. Pastikan tekanan keluaran cukup untuk panjang pipa

    Tekanan kerja maksimum pada produk yang tercantum adalah 5 hingga 30 bar. Jika pelumasan dilakukan dari posisi yang jauh melalui pipa, kehilangan tekanan akan bertambah sehingga diperlukan model dengan tekanan lebih tinggi. Panjang suplai maksimum sangat bervariasi tergantung produk, yaitu hingga 300 m untuk gemuk dan hingga 5 m untuk oli, sehingga harus diperiksa dengan cermat.

  5. 5. Sesuaikan standar ulir dengan titik pelumasan

    Pastikan ulir sambungan sesuai dengan standar titik pelumasan (lubang pemasangan grease nipple). Jika tidak sesuai, diperlukan adaptor, dan bagian pemasangan yang menjadi lebih panjang dapat menyebabkan kendor atau kerusakan akibat getaran, sehingga ruang pemasangan juga perlu diperiksa.

  6. 6. Periksa kesesuaian suhu sekitar dan pelumas

    Pastikan rentang suhu sekitar mencakup suhu terendah dan tertinggi di lokasi pemasangan. Periksa juga apakah jenis pelumas yang diisi sesuai dengan kondisi bantalan, dan untuk mesin pangan, apakah menggunakan pelumas kelas pangan NSF H1. Untuk pemasangan di luar ruangan atau lingkungan pencucian, periksa juga tingkat perlindungan (kode IP).

Panduan ini ditulis oleh AI berdasarkan dokumen dan item spesifikasi produk yang tercantum. Periksa dokumen masing-masing produsen sebelum menggunakannya.