Catalog Searcher
Kategori
🌐 Bahasa Indonesia

Motor direct drive

Motor direct drive adalah motor servo yang memutar beban langsung pada rotor tanpa melalui reducer atau sabuk. Dengan struktur multi-kutub, motor ini menghasilkan torsi tinggi pada kecepatan rendah, sehingga tidak ada backlash (celah) gigi dan diperoleh akurasi penempatan serta respons yang tinggi. Umumnya digunakan pada meja putar dan perangkat indeks. Motor ini umumnya memiliki detektor posisi absolut beresolusi tinggi, bearing cross roller berukuran besar, dan lubang tengah berongga untuk melewatkan kabel dan pipa. Tersedia tipe rotor outer-rotor dengan bagian luar yang berputar dan tipe inner-rotor dengan bagian dalam yang berputar, serta pilihan tipe profil rendah, rem penahan, dan tipe tahan debu dan air. Motor ini digunakan pada peralatan inspeksi semikonduktor dan komponen elektronik, mesin perakitan, dan turntable.

Cara memilih Motor direct drive

  1. 1. Pilih torsi nominal yang sesuai beban kontinu

    Pastikan torsi efektif selama siklus operasi (akar rata-rata kuadrat dari torsi gesek beban dan torsi percepatan/perlambatan) berada di bawah torsi nominal. Torsi nominal produk yang tercantum adalah 2 hingga 45 N·m. Margin yang kecil menyebabkan motor panas dan dapat berhenti akibat proteksi beban lebih.

  2. 2. Periksa torsi puncak untuk percepatan dan perlambatan

    Untuk aplikasi penempatan dalam waktu singkat, periksa apakah torsi percepatan yang dihitung dari momen inersia beban dan percepatan sudut berada dalam torsi puncak. Produk yang tercantum berkisar 6 hingga 135 N·m dan diatur sekitar tiga kali torsi nominal. Periksa juga apakah berada dalam rentang momen inersia beban yang diizinkan.

  3. 3. Pastikan muat dengan diameter dan tinggi perangkat

    Diameter luar 100 hingga 286 mm dan tinggi dari permukaan pemasangan 35 hingga 170 mm. Jika ruang di bawah meja terbatas, tipe profil rendah atau tipe inner-rotor dengan pusat gravitasi rendah lebih sesuai. Model dengan torsi lebih besar cenderung memiliki diameter luar dan massa (2,4 hingga 48 kg) yang lebih besar, sehingga kekuatan rangka juga perlu diperiksa.

  4. 4. Pilih diameter lubang tengah untuk kabel dan pipa

    Jika sensor di atas meja putar atau pipa udara dilewatkan melalui lubang tengah, pastikan diameter lubang cukup untuk berkas kabel dan sambungan. Diameter lubang tengah produk yang tercantum adalah 32 hingga 56 mm. Jika kabel terpuntir pada bagian yang berputar, pertimbangkan juga sudut putar yang diizinkan atau penggunaan sambungan putar.

  5. 5. Periksa beban yang diizinkan pada bagian langsung

    Karena benda kerja atau jig dipasang langsung pada rotor, pastikan beban aksial (1000 hingga 9500 N), beban radial, dan beban momen (20 hingga 200 N·m) berada dalam nilai yang diizinkan. Pada beban eksentrik atau beban yang menjorok, beban momen cenderung menjadi batasan utama.

  6. 6. Cocokkan spesifikasi akurasi, kecepatan, dan lingkungan

    Produk yang tercantum memiliki akurasi penempatan berulang ±2 arc-sec, akurasi penempatan absolut 60 hingga 70 arc-sec, dan kecepatan putar maksimum 2 hingga 10 s⁻¹. Untuk aplikasi seperti sumbu vertikal yang harus menahan posisi saat listrik padam, pilih tipe dengan rem. Untuk lingkungan dengan air, oli, atau debu, pilih tipe tahan lingkungan setara IP66M.

Panduan ini ditulis oleh AI berdasarkan dokumen dan item spesifikasi produk yang tercantum. Periksa dokumen masing-masing produsen sebelum menggunakannya.